Skip to main content

Pendidikan Perlawanan

Foto: SENJA MERAH/DIDI SUHERI
oleh : Didi Suheri

Gelombang Neolib Menerjang
Bagaikan Badai Menggulung Daratan
Nalar Kritis Mahasiswa Tertampar
Oleh Hegemoni Penguasa
Kata Revolusi Kini Menggantung di Langit
Sebab Mahasiswa Enggan Bergerak

Ketika Pendidikan Yang Memaksa Mahasiswa Bungkam
Maka Pendidikan Seperti Apa Untuk Melawannya
Ketika Pendidikan Menjadi Alat Untuk Menindas Yang Lain
Maka Pendidikan Seperti Apa untuk Melawannya
Kalau Bukan Pendidikan Perlawanan !

Parlemen Jalanan Mulai Mengabur
Mahasiswanya Terus di Jejali Tugas Kuliah
Melupakan Tentang Pengabdian Kepada Rakyat
Kalau Saja Pendidikan Membuat Nurani Tumpul
Lebih Baik Bubarkan atau Tidak Kuliah Sama Sekali

Comments

  1. saya barusaja membaca buku nya Nurani soyomukti yang berjudul dari demonstrasi hinggaseks bebas yang didalamnya menghujat neoliberalis yang virusnya sudah mempengaruhi mahasiswa.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Gramedia World Karawang Gelar Bazar Buku Murah

Bazar Buku di Auditorium Gramedia World Karawang SENJAMERAH.COM , Di Bulan Ramadhan ini Gramedia World Karawang menggelar acara bazar buku murah dari mulai harga 5 ribuan. Gramadia World Karawang merupakan toko buku terbesar di Karawang yang menghadirkan semua jenis genre buku terupdate, hadirnya Gramedia World Karawang memberikan optimisme untuk meningkatnya budaya baca buku di Karawang yang masih rendah. Di bulan yang suci ini Gramedia menggelar bazar buku murah dari berbagai macam penerbit. " Di Bulan ramadhan ini program yang sudah berjalan adalah Bazar buku murah, dari mulai harga 5 ribuan dan buku-buku murah ini bukan hanya dari satu penerbit saja tapi dari banyak penerbit juga." ucap Sales Superintendent Gramedia World Karawang, Raka Ia juga menambahkan Buku-buku yang terdapat di bazar buku murah ini berbagai genre buku dan dari berbagai penerbit, seperti buku terbitan Gramedia, Mizan, Buku Kita, Niaga Swadaya, Bestari, CDS. " Rencananya di Bulan Ramad...

Pemerintah Harus Waspada Diaspora HTI

KH. Ahamad Baso sedang menyampaikan pandangan Jakarta - Meski telah resmi di bubarkan oleh Perppu No 2 Tahun 2017, Pemerintah harus waspada dengan diaspora organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia terus mensosialisasikan kepada para kader PMII bahwa betapa pentingnya merawat Pancasila dan mempertahankan NKRI, selain itu juga PB PMII menyuarakan kepada Pemerintah agar tetap waspada terhadap kemungkinan berdiasporanya HTI dengan wajah baru. Ketua Bidang Keagamaan PB PMII, Faikar Romdhani dalam acara Diskusi Islam dan Peradaban yang di gagas oleh PB PMII dan dihadiri oleh seratus lebih kader-kader PMII dari berbagai daerah, mengatakan dalam sambutannya bahwa menjaga dan mempertahankan NKRI adalah wajib hukumnya dan semua elemen masyarakat ataupun pemerintah harus tetap waspada pasca pembubaran HTI. “Kita harus menjaga, memproteksi serta memberikan imun, jangan sampai kemudian pascapembubaran ini orang orang HTI berdiaspora ma...