Skip to main content

Gemborkan Issue PKI Tidak Produktif

Dani Hardiansyah
September adalah bulan yang sangat Fenomenal karena di bulan ini terjadi kasus kemanusiaan terakbar di dunia, bisa jadi. Rekonsiliasi tidak pernah menemukan titik temu, setiap tahun pro dan kontra, Presiden perlu minta maaf atau tidak terhadap keluarga para korban masih menjadi dilema.

Maka dari itu saya memandang bahwa polemik tahunan tentang PKI adalah isu yang jauh dari kata produktif/maslahat. Baik yang membela PKI mati-matian, dengan yang mengutuk PKI, sama-sama terjebak dalam romantisme sejarah. Alih-alih bisa membangkitkan rasa bangga pada sanubari anak bangsa, yang ada justru memantik api permusuhan.

Pemberontakan PKI adalah luka sejarah. Luka ini sudah lama kita obati dan kita balut dengan perban, meski goresan-goresannya masih menyisakan rasa sakit yang mendalam di hati para pihak yang berseteru. Membuka kembali luka yang sudah lama kita balut adalah upaya yang hanya akan membuat kita mundur beberapa langkah ke belakang.

Memandang bahwa sejarah pemberontakan PKI bukanlah sejarah perlawanan terhadap kolonialisme, namun konflik saudara antar sesama anak bangsa. Maka membincang ulang peristiwa Pemberontakan PKI dengan tendensi tertentu, baik pro maupun kontra, HANYA AKAN MEMANTIK KEMBALI PERANG SAUDARA. .

Memandang bahwa Persatuan dan Kesatuan adalah mutlak harus sama-sama kita jaga dan perjuangkan. Hentikan segala upaya untuk memantik kembali api permusuhan soal PKI, hapus luka lama, dan kembali tegak menatap masa depan.

26/09/17
Dani Hardiansyah
(Ketua BLM FAI UNSIKA)

Comments

Popular posts from this blog

Cermin Hati

Foto: ISTIMEWA Oleh: Didi Suheri Kita manusia yang hina Penuh dosa lahir dan batin Akan kemanakah jiwa ini pulang Kalau bukan kepada Mu Debu jalanan telah menutupi rumah-Mu Hingga Engkau enggan menghampiri Berkacalah pada diri Ada bayangan Tuhan dalam cermin hati Dosa-dosa yang telah berkarat Menutupi bayang Nya Basuhlah dengan dzikir Menyebut nama Nya Saat mata ini terpejamkan maut Nyawa ini keluar dari jasadnya Mulut telah terkunci tak bisa bicara Hatilah yang harus bicara menyebut nama Nya Agar kita selamat

Raja Ampat Fragments of lost Heaven

Indonesia.travel SENJAMERAH.COM , Raja Ampat Islands is tourist destinations located in the territory of Papua. This tour is already known by the rest of the world due to its natural beauty is a very enchanting. One form of the popularity of the Raja Ampat area attractions is by having a documentary made by Avant Premiere entitled "Edis Paradise 3", where in the film recounts the underwater natural beauty located in the Raja Ampat area of Papua, which is also known as the tourist region of the Amazon Ocean world. The nickname is given because of the layout of these tourist attractions that are located at the world's coral triangle. Raja Ampat Islands tour was come within the territory of West Papua, which is a cluster of islands that spread with the amount ranging from 610 Islands, but there are only 35 of the island inhabited by the population. Tourism object Papua this many offers the charm of biodiversity, which is arguably quite abundant. Here you can find aroun...

Api Cinta

Oleh : Didi Suheri Ketika angin membelai rindu Menyelusup dalam endapan cinta Ku bukakan jendela hati Ada Kau yang bersemayam dalam kalbu Cahaya Ilahi menerangi gelapnya hati Gelapnya hati karena cinta yang membutakan Ku berjalan menapaki jalan berbatu Menuju cinta yang murni dan hakiki Bunuhlah cinta untuk mendapatkan cinta Bunuhlah Tuhan untuk bertemu Allah Tiada aku yang ada hanya Allah Yang telah lama menanti pencari-Nya Para pencari mencari-Nya Yang dicari ada di para pencari