Skip to main content

Indonesia Gila



Karya : Didi Suheri

Tak ada kata yang lebih bermakna saat ini
Kata-kata perjuangan, keadilan hanya menjadi sebuah retorika belaka
Tak memiliki esensi sebagai tujuan perjuangan
Keringat para petani, buruh, pedagang kaki lima, kaum miskin kota
Seharusnya menjadi bahan bakar perjuangan

Kemiskinan, pengangguran menjadi pemandangan
Yang sangat jauh dari estetika sebuah negara yang kaya
Ekonomi adalah factor yang mendasari kesejahteraan umat manusia
Ekonomi sebagai pondasi dan pendidikan sebagai bangunan

Ormas-ormas yang berbasis agama sibuk membela tuhannya
Padahal tuhan sendiri tidak perlu di bela
Tuhan tidak membutuhkan manusia
Manusialah yang membutuhkan-Nya
Ayat-ayat Al-Qur’an di komersialisasikan oleh para pendakwah
Orang-orang seperti itu selalu berlindung dalam jubah agama
Jangan jadikan Agama sebagai instrument untuk menindas !!!!

 Sudah cukup rakyat Indonesia menahan perihnya  di jajah oleh Negara Imprealis
Tahun 1945 Indonesia merdeka…………… merdeka !!!
Kata merdeka bukan sebagai penghibur lara
Tetapi kata yang penuh dengan makna perjuangan

Janda-janda tua dan kusam yang telah ditinggal mati para suaminya
Sudah saatnya merasakan sentuhan cahaya dari timur
Cahaya yang dinanti tak pernah hinggap
Entah kenapa, ataukah mungkin tembok tebal menghalanginya

Bunga-bunya cantik dalam lemari
Tak akan hidup, karena jauh dari sang surya
Nasib-nasib serupa akan terjadi pada rakyat Indonesia
Selama ketidakadilan, penindasan, tiran yang dzalim
Masih bercokol dibumi pertiiwi ini.

Kemiskinan bukan hanya menjadi tanggung jawab negara
Tetapi tanggung jawab seluruh insan yang berfikir
Indonesia menggila rakyatnya pun ikut gila
Ibu pertiwi menangis berlinangan air mata
Menyaksikan kegilaan yang begitu gila



Comments

Popular posts from this blog

Cermin Hati

Foto: ISTIMEWA Oleh: Didi Suheri Kita manusia yang hina Penuh dosa lahir dan batin Akan kemanakah jiwa ini pulang Kalau bukan kepada Mu Debu jalanan telah menutupi rumah-Mu Hingga Engkau enggan menghampiri Berkacalah pada diri Ada bayangan Tuhan dalam cermin hati Dosa-dosa yang telah berkarat Menutupi bayang Nya Basuhlah dengan dzikir Menyebut nama Nya Saat mata ini terpejamkan maut Nyawa ini keluar dari jasadnya Mulut telah terkunci tak bisa bicara Hatilah yang harus bicara menyebut nama Nya Agar kita selamat

Raja Ampat Fragments of lost Heaven

Indonesia.travel SENJAMERAH.COM , Raja Ampat Islands is tourist destinations located in the territory of Papua. This tour is already known by the rest of the world due to its natural beauty is a very enchanting. One form of the popularity of the Raja Ampat area attractions is by having a documentary made by Avant Premiere entitled "Edis Paradise 3", where in the film recounts the underwater natural beauty located in the Raja Ampat area of Papua, which is also known as the tourist region of the Amazon Ocean world. The nickname is given because of the layout of these tourist attractions that are located at the world's coral triangle. Raja Ampat Islands tour was come within the territory of West Papua, which is a cluster of islands that spread with the amount ranging from 610 Islands, but there are only 35 of the island inhabited by the population. Tourism object Papua this many offers the charm of biodiversity, which is arguably quite abundant. Here you can find aroun...

Api Cinta

Oleh : Didi Suheri Ketika angin membelai rindu Menyelusup dalam endapan cinta Ku bukakan jendela hati Ada Kau yang bersemayam dalam kalbu Cahaya Ilahi menerangi gelapnya hati Gelapnya hati karena cinta yang membutakan Ku berjalan menapaki jalan berbatu Menuju cinta yang murni dan hakiki Bunuhlah cinta untuk mendapatkan cinta Bunuhlah Tuhan untuk bertemu Allah Tiada aku yang ada hanya Allah Yang telah lama menanti pencari-Nya Para pencari mencari-Nya Yang dicari ada di para pencari