Skip to main content

Darurat Demokrasi


Oleh: Didi Suheri

Demokrasi bukan sembarang kata
Demokrasi satu kata ribuan makna
Dari Filsafat hingga agama
Dibedah dengan berbagai analisa

Indonesia darurat demokrasi
Rakyat dibuat phobia kiri
Pembakaran buku hingga pembubaran diskusi
Isu PKI bangkit kembali santer sekali

Tragedi G30S/PKI masih dilematis
Tragedi kemanusiaan yang kronis
Sejarah di manipulasi dengan sistematis.
Pembantaiannya pun begitu dramatis

Bukan soal pro siapa
Ini tentang manusia dan kemanusiaan
Berfikirlah layaknya manusia
Maka tegaklah bendera keadilan

Jangan kembali kau sayat luka
Dengan isu PKI bangkit lagi
Demi ambisi merebut tahta
Ini akan membuat sedih Ibu Pertiwi.

Kami (Pemuda) tak ingin dibatasi
Dari dunia diskusi ataupun literasi
Izinkan kami menghirup kemerdekaan ini
Percayalah, kami mahir dalam mencintai
Dan Merawat kemanusiaan di negeri
 ini.


19/9/17

Comments

Popular posts from this blog

Gramedia World Karawang Gelar Bazar Buku Murah

Bazar Buku di Auditorium Gramedia World Karawang SENJAMERAH.COM , Di Bulan Ramadhan ini Gramedia World Karawang menggelar acara bazar buku murah dari mulai harga 5 ribuan. Gramadia World Karawang merupakan toko buku terbesar di Karawang yang menghadirkan semua jenis genre buku terupdate, hadirnya Gramedia World Karawang memberikan optimisme untuk meningkatnya budaya baca buku di Karawang yang masih rendah. Di bulan yang suci ini Gramedia menggelar bazar buku murah dari berbagai macam penerbit. " Di Bulan ramadhan ini program yang sudah berjalan adalah Bazar buku murah, dari mulai harga 5 ribuan dan buku-buku murah ini bukan hanya dari satu penerbit saja tapi dari banyak penerbit juga." ucap Sales Superintendent Gramedia World Karawang, Raka Ia juga menambahkan Buku-buku yang terdapat di bazar buku murah ini berbagai genre buku dan dari berbagai penerbit, seperti buku terbitan Gramedia, Mizan, Buku Kita, Niaga Swadaya, Bestari, CDS. " Rencananya di Bulan Ramad...

Pemerintah Harus Waspada Diaspora HTI

KH. Ahamad Baso sedang menyampaikan pandangan Jakarta - Meski telah resmi di bubarkan oleh Perppu No 2 Tahun 2017, Pemerintah harus waspada dengan diaspora organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia terus mensosialisasikan kepada para kader PMII bahwa betapa pentingnya merawat Pancasila dan mempertahankan NKRI, selain itu juga PB PMII menyuarakan kepada Pemerintah agar tetap waspada terhadap kemungkinan berdiasporanya HTI dengan wajah baru. Ketua Bidang Keagamaan PB PMII, Faikar Romdhani dalam acara Diskusi Islam dan Peradaban yang di gagas oleh PB PMII dan dihadiri oleh seratus lebih kader-kader PMII dari berbagai daerah, mengatakan dalam sambutannya bahwa menjaga dan mempertahankan NKRI adalah wajib hukumnya dan semua elemen masyarakat ataupun pemerintah harus tetap waspada pasca pembubaran HTI. “Kita harus menjaga, memproteksi serta memberikan imun, jangan sampai kemudian pascapembubaran ini orang orang HTI berdiaspora ma...