Skip to main content

Posts

Pemerintah Harus Waspada Diaspora HTI

KH. Ahamad Baso sedang menyampaikan pandangan Jakarta - Meski telah resmi di bubarkan oleh Perppu No 2 Tahun 2017, Pemerintah harus waspada dengan diaspora organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia terus mensosialisasikan kepada para kader PMII bahwa betapa pentingnya merawat Pancasila dan mempertahankan NKRI, selain itu juga PB PMII menyuarakan kepada Pemerintah agar tetap waspada terhadap kemungkinan berdiasporanya HTI dengan wajah baru. Ketua Bidang Keagamaan PB PMII, Faikar Romdhani dalam acara Diskusi Islam dan Peradaban yang di gagas oleh PB PMII dan dihadiri oleh seratus lebih kader-kader PMII dari berbagai daerah, mengatakan dalam sambutannya bahwa menjaga dan mempertahankan NKRI adalah wajib hukumnya dan semua elemen masyarakat ataupun pemerintah harus tetap waspada pasca pembubaran HTI. “Kita harus menjaga, memproteksi serta memberikan imun, jangan sampai kemudian pascapembubaran ini orang orang HTI berdiaspora ma...

Dapat Bayak Dukungan, Apriyanti Resmi Mencalonkan Diri di Jawa Barat

Apriyanti Marwah SENJAMERAH.COM - Apriyanti yang merupakan kader PMII Karawang resmi mencalonkan diri jadi Ketua Korp PMII Putri (KOPRI) Jawa Barat. KONKORCAB (Konferensi Koordinator Cabang) yang merupakan momen dua tahuan PMII resmi akan di gelar di Kabupaten Garut pada tanggal 8-10 Desember 2017. Kali ini PC PMII Karawang mengusung kader terbaiknya mencalonkan diri jadi ketua KOPRI PKC PMII Jawa Barat, Apriyanti Marwah yang akan bersaing dengan calon yang di usung oleh PC PMII Cirebon. Keputusan PC PMII Karawang untuk mencalonkan Apriyanti sebagai ketua KOPRI PKC Jawabarat mendapat dukungan dari beberapa cabang di Jawa barat hal ini karena kualitas dan loyalitas Aprianti yang dianggap mampu memimpin KOPRI Jawabarat yang sempat pakum. Apriyanti menjelaskan alasan dirinya untuk mencalonkan diri menjadi Ketua KOPRI Jawa Barat ini karena panggilan hati untuk membangun KOPRI Jawa barat yang lebih progresif " Saya tentu memiliki alasan besar kenapa saya harus mencalonkan ...

Sahabat Muda Cak Imin Deklarasikan Dukung Cak Imin Jadi Wapres 2019

SENJAMERAH.COM -Bersama Komunitas penyanyi jalanan, kelompok marginal dan sahabat muda cak imin Jawa Barat akan melakukan deklarasi dukungan terhadap Muhaimin Iskandar menuju Wapres 2019 di Taman Nobar Kota Sukabumi. Menurut koordinator daerah  sahabat muda cak imin Kota Sukabumi Sugiana, deklarasi yang akan dilaksanakan pada hari senin 27 November 2017  ini dilakukan bersama koordinator Kabupaten Sukabumi dan semua koordinator kecamatan yang ada di Kota dan Kabupaten Sukabumi. "Dalam kesempatan ini juga ikut terlibat memberi dukungan komunitas penyanyi jalanan serta kelompok marginal. Setelah melakukan deklarasi sahabat muda Cak Imin Se Jawa Barat di Bandung beberepa yang lalu kami dari koordinator Kabupaten dan Kota Sukabumi memiliki komitmen untuk menindaklanjuti hasil rencana tindak lanjut yang menjadi kesepakatan bersama 27 kabupaten/kota se-jawa barat yang hadir dalam deklarasi dan rapat koordinasi kemarin," ucapnya Mohamad Cesar Maulan atau akrab dipanggil m...

Lembagaku Vs Pergerakanku

Oleh : Yoga Galuh Pratama Sistem tidak berkepihakan PMII jadi tonggak pergerakan Turut andil dalam sebuah gebrakan di setiap momen penindasan Kala Dosen tidak mau di kritik Tapi mereka selalu mengintrik Mengatur sistem begitu licik Dengan cara yang selalu picik Doktrinasi mulai bertebaran Intervensi jadi bahan acuan Mahasiswa baru jadi korban PMII jadi bahan fitnahan Kami memanglah kurang ajar Lembaga yang salah wajib kami hajar Walaupun derajat kami tidak sejajar Tapi kami orang orang terpelajar PMII memberi kritikan Karena pmii cinta kebijaksanaan Berpegang teguh terhadap kebenaran

ADAKAH POLITIK DIBALIK PEMUTARAN FILM G-30-S/PKI ?

Ace Umai Ismail Akhir-akhir ini terjadi banyak pandangan mengenai pemutaran kembali film G-30-S/PKI, yang berisikan tentang bagaimana bangsa ini di khianati. Banyak pandangan bahwa sudah seharusnya film ini memang harus di putar, mengingat sudah banyaknya kabar yang berhembus PKI akan bangkit kembali, Dan pencegahan PKI bangkit adalah dengan cara menayangkan film ini supaya masyarakat tau dan berhati-hati dengan kebangkitan PKI. Saya setuju dengan pemutaran kembali film tentang PKI dan di buat kembali, akan tetapi buat juga sejarah tentang pemberontakan yang lainnya, seperti DI/TII, PRRI, Permesta, PKI Madiun 1948, Bom bali, Bom thamrin dan Bom-bom lainnya yang pernah terjadi di Indonesia. Tetapi ini bukan hal yang baik juga ketika hanya film PKI saja yang di gulirkan padahal  banyak sejarah penghinatan yang lain juga yang memang patut kita kutuk dan Sehingga sejarah yang ada dapat di jadikan pelajaran bangsa ini. Di sini kadang yang menjadi tanda Tanya yang harus kita ka...

Gemborkan Issue PKI Tidak Produktif

Dani Hardiansyah September adalah bulan yang sangat Fenomenal karena di bulan ini terjadi kasus kemanusiaan terakbar di dunia, bisa jadi. Rekonsiliasi tidak pernah menemukan titik temu, setiap tahun pro dan kontra, Presiden perlu minta maaf atau tidak terhadap keluarga para korban masih menjadi dilema. Maka dari itu saya memandang bahwa polemik tahunan tentang PKI adalah isu yang jauh dari kata produktif/maslahat. Baik yang membela PKI mati-matian, dengan yang mengutuk PKI, sama-sama terjebak dalam romantisme sejarah. Alih-alih bisa membangkitkan rasa bangga pada sanubari anak bangsa, yang ada justru memantik api permusuhan. Pemberontakan PKI adalah luka sejarah. Luka ini sudah lama kita obati dan kita balut dengan perban, meski goresan-goresannya masih menyisakan rasa sakit yang mendalam di hati para pihak yang berseteru. Membuka kembali luka yang sudah lama kita balut adalah upaya yang hanya akan membuat kita mundur beberapa langkah ke belakang. Memandang bahwa sejarah pemb...

Suara

Suara indah nan menenangkan Mampu mengusir semua beban Syarafku yang mati kini terbangunkan Memang kau tak akan tergantikan Suaramu menjadi pembasuh luka Menyejukan semua duka nestapa Suaramu bagai pijar surya Berikan kehangatan pada jiwa Entah sampai kapan aku bisa mendengarnya Jangan, jangan pergi hey pemilik suara Tetap disini aku akan mendengarkannya Biarkan jiwaku menari berdendang dengan nada tanpa irama Asalamualakum.... Aku ketuk hati mu Ijinkan aku merangkai kata dalam hatimu You are is my everything. . . . 26/9/17 -Didi Suheri-

Pemkab Karawang Kangkangi Aturan Budgeting

Ahmad Sayuti Ridwan (Utey) Karawang- Alokasi anggaran yang ditetapkan dalam APBD Kab. Karawang tahun 2017, dinilai Ketua Umum demisioner  Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Karawang Ahmad Sayuti Ridwan, telah melanggar aturan budgeting yang telah diatur oleh pemerintah pusat. Salah satunya penetapan anggaran pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kab. Karawang. Utey sapaan akrabnya menegaskan, penetapan pagu anggaran Disdikpora yang tertera dalam APBD Karawang, tidak mentaati aturan, karena hanya menganggarkan 3,5 persen atau kisaran sebesar Rp 152 Miliyar  dari total APBD 4, 2 Triliun. Padahal, berdasarkan UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, diamanatkan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen diluar gaji pendidik. "Pemkab harus taat aturan. Maksud alokasi dana pendidikan sebesar 20 persen itu diluar gaji pendidik. Aturannya secara spesifik disebutkan dalam p...

160 Mahasiswa UNSIKA ikuti Mapaba Raya

Prosesi Pembaiatan Peserta Mapaba oleh Ketua Umum PMII Karawang Masa penerimaan anggota baru Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia  Komisariat UNSIKA di ikuti oleh 160 peserta. Acara yang di gelar di Bumi perkemahan Loji Karawang (21-23/09) berjalan dengan khidmat, pasalnya saat pembukaan Mapaba raya, Rektor UNSIKA dan Mantan Rektor UNSIKA yang sekrang menjabat di UBP turut hadir memeriahkan acara tersebut dengan dialog publik yang di gelar di Aula DPD KNPI Karawang. Dalam acara penutupan Mapaba di Bumi perkemahan Loji Karawang, Ketua Umum PMII Cabang Karawang mengungkapkan bahwa acara Mapaba ini merupakan gerbang pertama untuk menjadi anggota PMII. " Mapaba ini merupakan jenjang kaderisadi formal yg pertama bagi sahabat-sahabat, maka dalam pendidikan formal ini tidak akan mudah dan pasti akan ada proses-proses yg akan merintangi, dan untuk para pengurus harus menjaga mereka karena mereka adalah titipan Tuhan yg harus kita jaga," ujar Ricky Sofiyan. Perkenalan Par...

Rumah Para Pembaharu

MAPABA PMII Komisariat STIKES KHARISMA Karawang Oleh : Didi Suheri Selamat datang dirumah baru Rumahnya Para Pembaharu Dimana semua impian menyatu Tanpa pandang bulu Goreskan tinta emasmu itu Dalam rumah tanpa batu Terjang semua hati yang sendu Mengabdilah tanpa ragu Bersiaplah hadapi para penggangu Singsingkan lengan baju Busungkan dada mu Katakan PMII itu adalah Aku Dengan penuh keyakinan tanpa rasa malu. Potong semua rantai belenggu Agar Tuhan tersipu malu Para Ulama NU terharu Si Tikus berdasi menangis tersedu-sedu. 17/9/17

Darurat Demokrasi

Oleh: Didi Suheri Demokrasi bukan sembarang kata Demokrasi satu kata ribuan makna Dari Filsafat hingga agama Dibedah dengan berbagai analisa Indonesia darurat demokrasi Rakyat dibuat phobia kiri Pembakaran buku hingga pembubaran diskusi Isu PKI bangkit kembali santer sekali Tragedi G30S/PKI masih dilematis Tragedi kemanusiaan yang kronis Sejarah di manipulasi dengan sistematis. Pembantaiannya pun begitu dramatis Bukan soal pro siapa Ini tentang manusia dan kemanusiaan Berfikirlah layaknya manusia Maka tegaklah bendera keadilan Jangan kembali kau sayat luka Dengan isu PKI bangkit lagi Demi ambisi merebut tahta Ini akan membuat sedih Ibu Pertiwi. Kami (Pemuda) tak ingin dibatasi Dari dunia diskusi ataupun literasi Izinkan kami menghirup kemerdekaan ini Percayalah, kami mahir dalam mencintai Dan Merawat kemanusiaan di negeri  ini. 19/9/17

Kumbang Yang Merelakan

Oleh: die Kenapa hati ini tak mau merelakanmu Jatuh kepangkuan sang kumbang. Karena kumbng sejati bukanlah kumbang yang datang saat bunga merekah.... Kumbang sejati adalah yang mau menunggu hingga bunga merekah. Yang lebih sejati, adalah merelakannya.. Karena tak ada pengorbanan yang sia-sia. Yang sia-sia itu adalah yang tidak pernah berkorban untuk yang dicintainya. Karena Kebahagiaan di capai bukan di berikan tapi diciptakan. (8/9/17)

Jeritan Di Tanah Emas (Rohingnya)

Situasi Rohingnya Oleh : Nazwa Saputra Terik Matahari Menyengat Perih Gelap Malam Menjadi Selimut Penderitaan. Debu – Debu Menempel Risih Tanah Yang Menjadi Tempat Berpijak   Kini Berselimut Darah. Anak – Anak Yang Tak Berdosa. Menatap Mata – Mata Penuh Luka. Terbelenggu Dalam Cengkraman Ketakutan. Jeritan Tangisan – Tangisan Kepedihan. Serpihan – Serpihan Ari Mata Jatuh, Jauh Menetes Menjadi Saksi. Kekejaman Yang Menyebut Dirinya Orang Suci. Negeri Di Tanah Emas Kini Berdarah Negeri Seribu Pagoda Kini Membabi Buta Saudara Kita. Hey Kalian Militer Myanmar !!! Entah Apa Yang Ada Di Kepala Dan Hatimu. Sampai Kapan Pedangmu Menghunus Dada Saudara Ku. Dengan Mudahnya Tubuh   Saudaraku Kau Tembus Dengan Peluru – Peluru. Engkau Menarik Picu Senjata. Walau Saudara Ku Sedang Menghadap Rabbnya. Wahai Negara Di Penjuru Dunia Apakah Kau Dengar Jeritan Tangisnya. Apakah Kau Lihat Nanar Di Matanya. Bersatu Dan Hentikan!! Hen...

PMII Karawang Desak Kedubes Myanmar Angkat Kaki dari Indonesia

Ketum PMII Karawang menmbacakan tuntutan untuk Pemerintah Myanmar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Karawang menggelar aksi solidaritas seribu lilin untuk Rohingnya dan mendesak Kedutaan Besar Myanmar angkat kaki dari Indonesia. (6/9) Carut marutnya situasi di Myanmar perihal pembantaian umat muslim rohingnya mendapat kecaman dari negara-negara di dunia, khususnya Indonesia yang mengutuk keras tindakan brutal militer Myanmar. Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia menggelar aksi solidaritas secara serentak di daerah masing-masing melaui pengurus cabangnya. PMII Karawang pun menggelar aksi malam seribu lilin untuk Rohingnya di bundaran Ramayana Karawang. " Kita merasa sangat prihatin dengan kejadian di Rohingnya yang menimpa saudara-saudara kita, kita menuntut pemerintah Myanmar untuk mensudahi konflik kemanusiaan di Negara mereka." Ucap Ketua Umum PMII Karawang, Ricky Sofiyan Ia juga menambahkan selain melakukan doa bersama, PM...

Soal Anggaran Penataan Taman 480 Juta, Ini Jawaban Disdikpora

Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karawang KARAWANG- Anggaran pengelolaan taman di Disdikpora yang dianggaran 480 juta pada tahun anggaran 2016 ini di anggap fiktif karena kenyataan di lapangan tidak ada taman di lingkungan di Disdikpora hanya ada beberapa tanaman saja. Salah satu pegawai Disdikpora yang tidak mau nyebutkan namanya mengungkapkan bahwa anggaran penataan taman itu di alokasikan ke pembangunan yang lainnya. "Untuk anggaran pengelolaan taman yang di anggarkan sekitar 480 juta, kita alokasikan anggarannya ke pembangunan yang lain", ucapnya Ketua Pena Anggaran, Nurdin Peles Ketua Pena Anggaran, Nurdin Peles menyayangkan sikap Disdikpora yang mengalokasikan anggaran khusus taman malah di alokasikan ke program yang lainnya. " SPJ yg dilaporkan diperuntukannya untuk taman bukan untuk program-program yang lain, kalau kenyataannya seperti itu seperti yang dijelaskan oleh salah satu pegawai Disdikpora, ini ada penyimpangan an...

Anggaran Penataan Taman Disdikpora Habiskan 480 Juta, Ini Tidak Wajar !

Kantor Dinas Pendidikan Prmuda dan Olahraga Kabupaten Karawang KARAWANG- Anggaran penataan taman Disdikpora habiskan 480 Juta, hanya di tanami beberapa tanaman, hal ini mengundang tanya, aneh nya lagi pada laporan pertanggunjawaban tahun anggaran 2016, ini di loloskan oleh DPRD Ketua Pena Anggaran Nurdin Peles merasa heran dengan Dinas Pendidikan dan Olahraga yang hampir setiap tahun menganggarkan tentang penataan taman dilingkungan kantor Disdikpora. "Setahu saya Disdikpora tidak mempunyai taman yang begitu besar dilingkungan kantor, hanya ada beberapa pohon yang di tanam disitu tapi kenapa begitu besar anggaran yang diajukan bahkan hampir setiap tahun selalu ada mata anggaran untuk penataan taman dilingkungan kantor Disdikpora," ujar Peles Peles menduga ada kejanggalan terkait surat pertanggung jawaban (SPJ) yang dilaporkan oleh Disdikpora tentang anggaran penataan taman dilingkungan kantor Disdikpora. " Ditahun 2016 itu lolos LPJ dengan anggaran Rp 482.2...

PMII FEB UNSIKA Harus Mampu Menjawab Tantangan Jaman.

Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an oleh Penguru Rayon PMII FEB UNSIKA KARAWANG- Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Singaperbangsa Karawang harus mampu menjawab segala tantangan jaman. (23/7) Dalam kegiatan Rapat Tahunan Anggota Rayon (RTAR) FEB yang ke 7, Ketua Rayon FEB UNSIKA, Nazwa mengungkapkan bahwa PMII FEB UNSIKA harus mampu menjawab segala tantangan zaman ditengah dinamaika kampus yang tergiring dalam apatisme dan hedonisme "Tahun -tahun yg akan datang terasa sulit karena kedepan kita akan mengalami tantangan yg besar dari segala sektor khususnya soal kaderisasi,  kalau tidak satu visi misi, tidak memiliki tekad, perjuangan kita tidak akan terwujud, maka dari itu saya harapkan dri angkatan tahun 2014 kita harus satu padu, dan bagi anggota baru, harus mampu melanjutkn tongkat estafet kepengurusan yang akan datang," ucap Nazwa Dalam kesempatan ini, Ketua Cabang PMII Karawang, ...

Urgensi Pendidikan Keluarga dalam Upaya Deradikalisasi pada Anak

Oleh: Umar Mukhtar Dewasa ini Indonesia disebut-sebut sedang diguncang berbagai isu kebangsaan yang mengancam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sumber permasalahannya adalah munculnya sikap intoleransi dan merebaknya paham radikal dikalangan masyarakat. Permasalahan tersebut semakin cepat menyebar dengan memanfaatkan banyak media dan mengingat mudahnya akses informasi yang didapat oleh semua kalangan. Yang paling mengkhawatirkan adalah ketika isu-isu tersebut diterima dan disalah pahami oleh anak-anak yang merupakan tombak penerus bangsa. Sulit dibayangkan jika kemudian anak-anak yang menjadi harapan kita mengalami distorsi pemikiran terhadap hal-hal yang keliru. Mau dibawa kemana bangsa ini kedepan? Nyatanya, sudah ada beberapa kasus terkait isu radikalisme yang melibatkan anak dibawah umur. Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, maka perlu dilakukan upaya preventif demi menyelamatkan anak-anak dari upaya radikalisasi. Dengan menyelamatkan genera...

PMII Rayon FAI Unsika Santuni Panti Jompo

Ketua Rayon PMII FAI UNSIKA saat menyerahkan santunan secara simbolik KARAWANG - Pengurus Rayon Pergerakan PMII Fakultas Agama Islam menggelar santunan kepada Panti Jompo Tresna Werdha Telukjambe Timur (22/7) Ketua Rayon PMII FAI Unsika, Acep Maulana dalam sambutannya mengungkapkan bahwa acara bakti sosial yang di gelar di Panti Jompo Tresna Werdha merupakan program terakhir Rayon PMII FAI Unsika. " Ini merupakn agenda terakhir rayon FAI Unsika sebelum melakukan Rapat Tahunan Anggota Rayon, di agenda yang terakhir ini kita ingin berbagai kepada sesama, semoga dengan bakti sosial ini bisa menjauhi sikap ria dlm diri kita," katanya Ketua Cabang PMII Karawang, Ricky Sofian juga mengungkapkan kebanggaannya atas terselenggaranya acara bakti sosial ini, dan ini merupakan implementasi islam yang sesungguhnya. "Implemantasi nilai islam yang baik itu yaitu bisa berdamai dengan sesama, bisa berdamai dengan sesama, tidak perlu kita menjadi islam yang radikal, melakukan...

Keadilan Sosial sebagai Manifestasi Keberagaman Gender

Oleh: Umar Mukhtar Permasalahan gender adalah isu yang sejak lama mengiringi kehidupan masyarakat, sebagian kalangan menganggap isu gender merupakan sesuatu yang tabu dan sensitif untuk diperbincangkan. Hal tersebut terjadi karena pemahaman yang tidak sejalan pada kalangan masyarakat dalam memahami gender. Maka setidaknya ada tiga permasalahan pokok terkait gender yang penulis utarakan. Pertama, definisi secara komprehensif menunjukkan bahwa gender berbeda dengan seksualitas (jenis kelamin). Konsep seksualitas mengarah pada kodrat manusia berdasarkan aspek biologis, dimana laki-laki dan perempuan memiliki ciri dan identitas pribadi mereka yang kemudian menjadi pembeda dalam hal jenis kelamin diantara keduanya dan itu tidak dapat ditukar (kodrat). Sementara konsep gender lebih mengarah pada sifat yang melekat pada laki-laki maupun perempuan dan dikonstruksi oleh sosial kultural. Dalam tatanan sosio kultur masyarakat saat ini, yang terkonstruk adalah bahwa laki-laki merupakan soso...